Kenapa kejernihan bukan ukuran
Mata manusia cukup baik menilai kekeruhan, warna, dan endapan. Tiga hal itu memang termasuk parameter yang diperiksa. Masalahnya, tiga hal itu bukan yang paling berbahaya.
Bakteri Escherichia coli tidak mengubah warna air. Nitrat tidak berbau. Sebagian logam terlarut baru terlihat setelah air bertemu udara — kadang berjam-jam setelah ditimba. Air yang sempurna beningnya di gelas bisa saja mengandung cemaran yang melebihi batas aman, dan air yang tampak agak kekuningan bisa saja hanya mengandung besi yang mengganggu secara estetika tetapi tidak berbahaya.
Karena itu penilaian kualitas air memerlukan pengujian laboratorium. Tidak ada jalan pintas yang jujur untuk hal ini.
Apa saja yang sebenarnya diuji
Acuan yang berlaku di Indonesia untuk air minum serta air keperluan higiene dan sanitasi adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, yang menggantikan dua peraturan lama yang sebelumnya dipakai terpisah.
Parameter dibagi menjadi dua kelompok. Parameter wajib diperiksa secara berkala oleh semua penyelenggara. Parameter tambahan hanya diperiksa bila kondisi setempat memberi alasan untuk mencurigainya — misalnya lahan bekas industri, kawasan pertambangan, atau daerah dengan kandungan mineral tertentu.
| Kelompok | Contoh parameter | Yang diceritakan |
|---|---|---|
| Mikrobiologi | E. coli, total coliform | Ada tidaknya rembesan tinja atau limbah domestik |
| Fisik | Kekeruhan, warna, bau, rasa, suhu, zat padat terlarut | Kenyamanan pemakaian dan petunjuk awal adanya masalah |
| Kimia dasar | pH, besi, mangan, nitrat, nitrit | Sifat air dan jejak pencemaran dari permukaan |
| Kimia tambahan | Logam berat, arsen, fluorida, dan lainnya | Diperiksa bila kondisi setempat mengindikasikan risikonya |
Untuk bakteri, batasnya tegas: tidak boleh terdeteksi sama sekali pada air minum. Untuk parameter lain, yang berlaku adalah kadar maksimum yang diperbolehkan.
Air minum dan air higiene sanitasi berbeda. Keduanya punya daftar dan batas yang tidak sama. Air yang memenuhi syarat untuk mandi dan mencuci belum tentu memenuhi syarat untuk diminum langsung. Tentukan dulu air itu akan dipakai untuk apa, karena itu menentukan parameter mana yang perlu diuji.
Dari mana pencemar itu datang
Menemukan zat asing dalam air baru berguna bila sumbernya bisa diperkirakan. Ada tiga jalur yang paling sering kami jumpai.
Rembesan limbah domestik
Tangki septik yang bocor, tidak kedap, atau terlalu dekat dengan sumur adalah penyebab paling umum ditemukannya bakteri. Jarak mendatar memang penting, tetapi bukan satu-satunya. Arah aliran air tanah sering lebih menentukan: sumur yang berada di sisi lebih rendah dapat tercemar meski jaraknya memenuhi anjuran, sementara sumur di sisi lebih tinggi relatif lebih aman.
Resapan dari permukaan lahan
Pupuk dan pestisida di lahan pertanian dapat terbawa air hujan masuk ke dalam tanah. Nitrat adalah jejak yang paling sering muncul. Kadar nitrat berlebih terutama berbahaya bagi bayi, dan celakanya, air dengan nitrat tinggi sama sekali tidak berubah rasa maupun warnanya.
Dari batuannya sendiri
Tidak semua masalah datang dari ulah manusia. Air yang mengalir lama melalui batuan tertentu akan melarutkan unsur yang ada di dalamnya. Besi dan mangan adalah contoh paling umum di Indonesia, dan pada beberapa daerah dapat pula muncul unsur lain yang perlu perhatian khusus.
Besi dan mangan: keluhan paling umum
Ceritanya hampir selalu sama. Air yang keluar dari keran tampak jernih. Ditampung di ember, didiamkan sebentar, warnanya berubah kekuningan sampai kecokelatan. Bak mandi berkerak, pakaian putih menguning, dan air terasa sedikit logam.
Kabar baiknya, besi dan mangan pada kadar yang biasa dijumpai lebih merupakan gangguan estetika dan kenyamanan daripada bahaya kesehatan langsung. Kabar yang perlu diperhatikan, keduanya cukup sering hadir bersama masalah lain, sehingga kemunculannya sebaiknya dianggap alasan untuk memeriksa lebih lengkap, bukan sekadar dipasangi penyaring.
Menambah kedalaman sumur kadang membantu, kadang justru memperburuk. Kandungan besi tidak selalu berkurang ke bawah — bergantung pada lapisan mana yang ditembus. Ini salah satu alasan mengapa mengetahui susunan lapisan sebelum mengebor lebih menguntungkan daripada memperdalam sumur sambil berharap.
Mengambil sampel yang benar
Hasil laboratorium hanya sebaik sampel yang diserahkan kepadanya. Kami cukup sering menemukan hasil yang menyesatkan bukan karena laboratoriumnya, melainkan karena cara pengambilannya.
- Alirkan air lebih dulu. Air yang mengendap di dalam pipa semalaman tidak mewakili air di akuifer.
- Gunakan wadah yang sesuai. Uji mikrobiologi memerlukan wadah steril, dan bekas botol air kemasan tidak memenuhi syarat.
- Jangan bilas wadah dengan air sampel bila wadahnya sudah disiapkan berisi bahan pengawet.
- Jaga suhu dan waktu. Sampel mikrobiologi perlu didinginkan dan sampai di laboratorium dalam hitungan jam, bukan hari.
- Catat kondisi saat pengambilan — titik, jam, cuaca, dan apakah pompa sedang berjalan. Keterangan ini sering menjelaskan hasil yang tampak janggal.
Untuk keperluan perizinan atau perselisihan, pastikan pengujian dilakukan di laboratorium terakreditasi. Hasil dari laboratorium yang tidak terakreditasi berguna untuk keperluan sendiri, tetapi umumnya tidak diterima sebagai dasar formal.
Membaca hasil laboratorium
Lembar hasil biasanya berupa tabel dengan kolom kadar terukur dan kolom baku mutu. Membacanya tidak sulit, tetapi ada beberapa hal yang mudah keliru.
- Periksa acuan yang dipakai. Pastikan baku mutu yang dicantumkan sesuai peruntukan air Anda — air minum atau air higiene sanitasi.
- Perhatikan satuannya. mg/L dan µg/L berbeda seribu kali lipat, dan kekeliruan membaca satuan adalah penyebab kepanikan yang paling sering terjadi.
- "Tidak terdeteksi" bukan berarti nol. Artinya kadarnya di bawah batas kemampuan alat, dan batas itu biasanya dicantumkan di catatan kaki.
- Satu sampel adalah satu potret waktu. Kualitas air tanah dapat berubah antara musim hujan dan kemarau. Bila hasilnya berada di batas, pengujian ulang pada musim berbeda lebih berarti daripada menyimpulkan dari satu lembar hasil.
Apa yang bisa dilakukan
Langkah yang tepat bergantung pada apa yang ditemukan, dan urutannya sebaiknya dari sumber masalah, bukan dari gejalanya.
- Bila ditemukan bakteri, periksa dulu kondisi tangki septik, kedap tidaknya konstruksi sumur di bagian atas, dan kemungkinan air permukaan masuk lewat sekeliling pipa. Memperbaiki sumbernya lebih tuntas daripada mengandalkan penyaring.
- Bila besi atau mangan berlebih, tersedia pilihan pengolahan mulai dari aerasi sederhana sampai penyaring khusus. Pemilihannya bergantung pada kadar dan volume kebutuhan.
- Bila nitrat tinggi, telusuri kegiatan di sekitar lahan. Ini masalah yang sulit diselesaikan dengan penyaring biasa dan lebih sering menuntut peninjauan ulang letak atau kedalaman sumur.
- Bila masalahnya berasal dari lapisan batuannya, pilihan yang paling jernih justru bukan pengolahan, melainkan mengambil air dari lapisan lain. Untuk itu diperlukan gambaran susunan bawah permukaan.
Kami mengerjakan perancangan pengambilan contoh, pengujian melalui laboratorium terakreditasi, serta pembacaan hasilnya bersama kondisi geologi setempat. Rinciannya ada di halaman layanan kami.
Pertanyaan yang sering diajukan
Seberapa sering air sumur perlu diuji?
Untuk pemakaian rumah tangga, pengujian berkala setahun sekali sudah memberi gambaran yang memadai, sebaiknya pada musim yang sama agar hasilnya dapat dibandingkan. Untuk usaha yang menyediakan air bagi banyak orang, ketentuan pengawasannya lebih ketat dan mengikuti aturan yang berlaku bagi jenis usaha tersebut.
Apakah air sumur yang direbus sudah pasti aman?
Merebus efektif membunuh bakteri dan sebagian besar mikroorganisme, tetapi tidak menghilangkan logam berat, nitrat, maupun bahan kimia terlarut. Untuk cemaran jenis itu, merebus justru sedikit menaikkan kadarnya karena sebagian air menguap.
Air sumur saya berbau seperti telur busuk, apakah berbahaya?
Bau itu umumnya berasal dari gas hidrogen sulfida yang terbentuk pada lingkungan tanpa oksigen atau oleh aktivitas bakteri tertentu. Pada kadar rendah lebih mengganggu daripada berbahaya, tetapi kemunculannya menandakan kondisi tertentu di bawah permukaan yang sebaiknya diperiksa bersama parameter lain.
Berapa jarak aman sumur dari tangki septik?
Anjuran yang umum dipakai adalah sekurang-kurangnya sepuluh meter, tetapi jarak saja tidak menjamin. Arah aliran air tanah, jenis tanah, dan kedalaman muka air sama menentukannya. Sumur yang berada di sisi lahan yang lebih rendah dari tangki septik tetap berisiko meski jaraknya sudah memenuhi anjuran.
Apakah penyaring air yang dijual di pasaran cukup?
Bergantung pada masalahnya. Penyaring dirancang untuk jenis cemaran tertentu, dan tidak ada satu alat yang mengatasi semuanya. Memasang penyaring tanpa mengetahui hasil uji berarti menebak — kadang berhasil, kadang hanya menambah biaya perawatan tanpa menyelesaikan apa pun.
Ingin tahu apa yang sebenarnya ada di dalam air sumur Anda?
Ceritakan lokasi, kedalaman sumur, dan keluhan yang dirasakan. Kami bantu menentukan parameter mana yang perlu diuji — agar biayanya tidak terbuang untuk memeriksa hal yang tidak relevan.
Konsultasi via WhatsApp