STUDI KASUS · PATI, JAWA TENGAH

Dari Tiga Bentangan Menjadi Satu Target Utama Pengeboran.

Investigasi Geo Water Scan dilakukan pada tiga bentangan yang berdekatan di wilayah Jakenan, Pati. Tujuannya bukan mencari “warna terbaik”, tetapi membandingkan pola bawah permukaan, memilih target paling rasional, dan menerjemahkan hasil survei menjadi rekomendasi pengeboran yang dapat dieksekusi.

3 BENTANGANGEO WATER SCANTARGET 75 MJAKENAN, PATI
Bentangan 124,65 m
Bentangan 225,97 m
Bentangan 312,33 m
Target akhir75 m

TUJUAN SURVEI

Mengurangi ketidakpastian sebelum rig dimobilisasi.

Ketiga bentangan dibandingkan berdasarkan pola nilai relatif, kontinuitas anomali, kedalaman, dan konsistensi antarlintasan. Hasil menunjukkan Bentangan 2 memiliki zona konduktif paling kuat pada sisi awal lintasan dan menjadi target utama.

Interpretasi tetap diperlakukan sebagai indikasi geofisika. Zona konduktif dapat berkaitan dengan kejenuhan air, tetapi juga dapat dipengaruhi lempung atau fluida dengan kandungan terlarut tinggi. Karena itu, target survei harus dikunci kembali melalui cutting, logging, development, dan pumping test.

HASIL PERBANDINGAN

Bentangan 2 dipilih sebagai prioritas utama.

PeringkatBentanganKarakter anomaliKedalaman indikatifStatus
1Bentangan 2Zona nilai rendah kuat pada sisi awal lintasanTarget 75 mUtama
2Bentangan 1Anomali lokal pada kedalaman menengah hingga dalam±35–70 mAlternatif
3Bentangan 3Beberapa lensa konduktif yang lebih tersebar±25–75 mAlternatif

DESAIN AWAL SUMUR

Rekomendasi survei diterjemahkan menjadi rancangan konstruksi awal.

01 · DEPTH

Kedalaman 75 m

Target akhir mengikuti zona utama pada Bentangan 2 dan penanda lapangan hasil survei.

Dari studi kasus ke perencanaan biaya: sebelum meminta penawaran, cocokkan metode, jumlah titik atau lintasan, target kedalaman, akses, mobilisasi, pengolahan, dan laporan. Baca faktor biaya survei geolistrik untuk pekerjaan lapangan.

02 · DIAMETER

Lubang 8–10 inci

Memberi ruang untuk casing 6 inci dan annulus gravel pack sesuai kebutuhan konstruksi.

03 · CASING

PVC 6 inci

Blind casing awal direncanakan hingga sekitar 55 m dan tetap dikoreksi berdasarkan logging litologi.

04 · SCREEN

55–70 m awal

Screen ditempatkan selektif pada lapisan berbutir produktif setelah verifikasi saat pengeboran.

05 · DEVELOPMENT

Airlift / surging / pumping

Development dilanjutkan sampai pasir dan kekeruhan stabil sebelum pengujian kapasitas.

06 · VERIFIKASI

Pumping test

Debit optimum, drawdown, recovery, dan kebutuhan pompa ditentukan setelah sumur selesai.

PELAJARAN PROYEK

Nilai survei terletak pada keputusan yang dihasilkan, bukan pada gambar warnanya.

Survei yang baik harus membantu menentukan langkah berikutnya: titik mana yang diuji, berapa kedalaman awal yang rasional, bagaimana rig melakukan logging, kapan interval screen dikunci, dan data apa yang perlu diverifikasi setelah konstruksi selesai.

Dalam studi kasus ini, tiga bentangan memberi dasar pembanding sehingga target utama dapat dipilih secara lebih defensible dibanding mengambil keputusan dari satu lintasan saja.

TRANSPARANSI PUBLIK

Studi kasus menunjukkan proses teknis tanpa membuka informasi klien yang tidak perlu.

Ringkasan dipublikasikan untuk menjelaskan konteks masalah, data yang relevan, pendekatan, batasan, dan keputusan teknis. Identitas pribadi, nilai kontrak, termin pembayaran, akses akun, serta koordinat presisi tidak menjadi bagian dari versi publik.

Punya lokasi yang akan dibor?

Kirim lokasi umum, kebutuhan air, luas area, dan informasi sumur sekitar. Kami bantu tentukan scope survei yang relevan.

Minta Scope Survei

STATUS BUKTI PUBLIK

Studi kasus ini diterbitkan dari sumber proyek nyata, dengan batas publikasi yang jelas.

Yang dapat dibaca publik: konteks pekerjaan, metode, parameter teknis yang relevan, temuan, keputusan dan tahap verifikasi berikutnya.

Yang disamarkan: identitas klien pribadi, nilai kontrak, kredensial, dokumen internal serta koordinat presisi yang tidak diperlukan untuk memahami pembelajaran teknis.