STUDI KASUS · PATI, JAWA TENGAH

Dari Target Geofisika Menjadi Konstruksi Sumur Rumah Tangga 60 Meter.

Pekerjaan ini menunjukkan bagaimana hasil investigasi bawah permukaan diterjemahkan menjadi scope pengeboran yang realistis. Target geofisika awal berada lebih dalam, tetapi pekerjaan dikontrakkan sampai 60 meter; desain konstruksi kemudian disusun agar tetap adaptif terhadap cutting, perubahan litologi, dan indikasi masuknya air selama pengeboran.

1 TITIK60 MCASING 4 INCIJAKENAN, PATI
Kedalaman kontraktual60 m
Diameter lubang±8 inci
Casing utamaPVC 4 inci
Estimasi pelaksanaan5–7 hari kerja

KONTEKS TEKNIS

Desain sumur tidak diputuskan hanya dari angka kedalaman.

Survei sebelumnya mengindikasikan zona target sekitar 50–75 meter. Karena kontrak pekerjaan dibatasi sampai 60 meter, sumur direncanakan memasuki bagian atas zona target tersebut. Hal ini membuat pencatatan cutting dan perubahan litologi selama pengeboran menjadi penting untuk mengoreksi interval konstruksi.

Prinsip yang digunakan adalah memisahkan antara target awal dan keputusan lapangan. Posisi screen, gravel pack, serta setting pompa tetap dapat disesuaikan terhadap kondisi aktual tanpa mengubah tujuan utama konstruksi.

KONSTRUKSI AWAL

Rancangan dibuat cukup spesifik untuk dieksekusi, tetapi tetap memberi ruang koreksi lapangan.

KomponenRencana awalDasar teknis
Blind casingPVC AW/SNI 4 inci, 0–48 mDikoreksi mengikuti cutting/logging.
ScreenPVC 4 inci, ±48–58 mFinal mengikuti lapisan produktif aktual.
Sump / bottom plug±58–60 mRuang pengendapan di bawah screen.
Gravel pack±45–60 mMenyesuaikan annulus dan konstruksi screen.
Sanitary seal±0–6 mMengurangi rembesan dari permukaan.
PompaSubmersible 3 inci, 1 HP; owner supplySetting awal sekitar 42–46 m, final setelah development dan observasi muka air.

URUTAN PELAKSANAAN

Pekerjaan disusun sebagai rangkaian verifikasi, bukan sekadar mengejar kedalaman.

01 · STAKING

Penandaan ulang titik

Titik hasil survei dikonfirmasi kembali sebelum rig ditempatkan.

02 · DRILLING

Pengeboran bertahap

Pengeboran sampai 60 m disertai pencatatan cutting dan perubahan litologi.

03 · CONSTRUCTION

Casing dan screen

Blind casing, screen, sump, gravel pack dan sanitary seal dipasang berdasarkan kondisi aktual.

04 · DEVELOPMENT

Airlift & pembersihan

Development dilakukan sampai air relatif jernih dan pasir/kekeruhan stabil.

05 · INSTALLATION

Pemasangan pompa

Pompa milik owner dipasang bersama riser HDPE, safety rope dan proteksi dasar.

06 · FUNCTION TEST

Uji fungsi & serah terima

Sistem diuji secara sederhana sebelum pekerjaan ditutup dan diserahterimakan.

PELAJARAN PROYEK

Survei, drilling, dan konstruksi harus dibaca sebagai satu rangkaian keputusan.

Studi kasus ini memperlihatkan bahwa rekomendasi geofisika tidak selalu diterjemahkan secara literal menjadi kedalaman kontrak. Batas anggaran, kebutuhan penggunaan, dan keputusan owner dapat menghasilkan scope yang berbeda. Yang penting adalah konsekuensi teknisnya dijelaskan sejak awal dan desain sumur tetap memberi ruang verifikasi lapangan.

Pendekatan ini membantu menghindari dua ekstrem: overclaim dari hasil survei, atau pengeboran tanpa dasar teknis yang cukup.

TRANSPARANSI PUBLIK

Studi kasus menunjukkan proses teknis tanpa membuka informasi klien yang tidak perlu.

Ringkasan dipublikasikan untuk menjelaskan konteks masalah, data yang relevan, pendekatan, batasan, dan keputusan teknis. Identitas pribadi, nilai kontrak, termin pembayaran, akses akun, serta koordinat presisi tidak menjadi bagian dari versi publik.

Merencanakan sumur bor?

Kirim lokasi, kebutuhan air, target kedalaman, akses rig, dan data survei yang sudah tersedia.

Konsultasi Proyek

STATUS BUKTI PUBLIK

Studi kasus ini diterbitkan dari sumber proyek nyata, dengan batas publikasi yang jelas.

Yang dapat dibaca publik: konteks pekerjaan, metode, parameter teknis yang relevan, temuan, keputusan dan tahap verifikasi berikutnya.

Yang disamarkan: identitas klien pribadi, nilai kontrak, kredensial, dokumen internal serta koordinat presisi yang tidak diperlukan untuk memahami pembelajaran teknis.